![]() |
| gambar : www.freepik.com |
Hujan tidak berhenti sejak pagi itu. Bukan hujan biasa—ini hujan yang seperti ingin tinggal lebih lama di desa mereka. Jalanan tanah berubah menjadi licin, sungai kecil yang biasanya jinak kini mulai meninggi, dan kabut turun lebih rendah, menutupi sebagian bukit. Zara berdiri di depan rumahnya, memandang jalan setapak yang mulai becek.
“Ibu… Zara tetap berangkat, ya,” katanya pelan.
Ibunya menatapnya sebentar. Ada ragu di matanya, tapi ia tahu anaknya itu tidak mudah menyerah.
“Hati-hati di sungai. Kalau airnya terlalu deras, jangan dipaksa,” pesan ibunya.
